Peristirahatan terakhir keluarga Soeharto Astana Giri Bangun – Karanganyar Surakarta

Komplek makam keluarga Suharto Astana Giri Bangun yang terletak di Desa Karang Bangun, Kecamatan Matesih ini dibangun di  atas sebuah bukit, tepat di bawah Astana Mangadeg, komplek pemakaman para penguasa Mangkunegaran, yang merupakan pecahan Kesultanan Mataram. Astana Mangadeg berada di ketinggian 750 meter dpl, sedangkan Giribangun pada 666 meter dpl. Di Astana Mangadeg dimakamkan Mangkunegara (MN) I alias Pangeran Sambernyawa, MN II, dan MN III.

Alasan berada di bawah komplek pemakaman Mangandeg itu untuk menghormati leluhur dimana karena  Ibu Tien adalah keturunan dari Mangku Negaran III.

Untuk kita bisa masuk ke komplek pemakaman Astana Giri Bangun 1 km sebelum komplek akan ditarik restribusi rp. 5rb. Setelah itu untuk menuju lokasi komplek pemakaman ada di atas tetapi jika parkir penuh maka terpaksa kita parkir dibawah dan harus berjalan kaki ke atas.

Sebelum masuk ke komplek kita diharuskan mendaftar sebagai tamu dengan menunjukkan ID card dan mengisi uang kas sepantasnya , tapi kok nggak ada kotak kas nya ya ?? ya sudahlah :p

Kemudian setelah selesai di gerbang masuk pintu pertama ada penjaga, dan kita harus menyerahkan form yang sudah diisi oleh petugas untuk di cek.

Sebelum masuk ke tempat pemakaman utama dimana Suharto dimakamkan yaitu cungkup Argo Sari kita harus antri terlebih dahulu karena dibatasi hanya beberapa orang yang boleh didalam, tetapi kalau di pendopo Argo Sari semua bisa masuk asal tempat tidak penuh. Pintu masuk dan keluar cungkup utama terpisah, jadi setelah yang di dalam keluar kita baru dipersilahkan masuk untuk ke dalam.

Di pendopo Cungkup Argo Sari terdapat beberapa makam keluarga yang saya sendiri kurang tahu  bagaimana hubungan langsung dengan keluarga Suharto.
Sedangkan di ruangan utama cungkup ini yaitu bagian yang tertutup dimana terdapat 5 makam yaitu makam Fatimah  Siti Hartinah atau ibu Tien Soeharto, makam Fatmanti Soemaharjono (ibunda Ibu Tien Soeharto),  makam Soemaharjono (bapak dari Tien Soeharto) dan Siti Hartini Oudang (kakak tertua Ibu Tien Soeharto) dan Makam Soeharto sendiri. Sedangkan di ruang utama masih cukup luas mungkin ini juga untuk anak dan cucu dari Ibu Tien Suharto.

Tetapi aneh atau lucunya, di dalam ruangan ini tidak diperbolehkan foto, kamera, handycam dan handphone harus dimatikan. Tapi ketika duduk tiba2 ada flash berkilatan, sambil terdengar suara, “ayo pak foto disitu sekeluarga buat kenang kenangan, langsung jadi 20rb saja..”

Oh ya pantes dilarang foto ya, hehe :)

Komentar di sini yuk ..

2 Trackbacks to "Peristirahatan terakhir keluarga Soeharto Astana Giri Bangun – Karanganyar Surakarta"

  1. on 10 November, 2012 at 07:10
  2. on 27 August, 2012 at 15:29