Pendakian Gunung Slamet melalui jalur Bambangan

Dimana mana kalau musim liburan long weekend pasti mau nggak mau, siap nggak siap harus rela dengan tingginya harga tiket, kereta api dan berebut tempat juga tentunya.

Nah ini juga ini yang saya alami, ketika mau ke Purwokerto tempat tujuan pertama pendakiah Gunung Slamet.

Cobaan pertama mau berangkat dari rumah, semua sudah siap, perlengkapan, tas day pack, tiba tiba hujan hujan rintik dan tambah lama makin lebat. Masalahnya dari rumah mau keluar secara lagi sendiri jadi nggak ada yang bisa nganterin buat keluar komplek, bisa kuyup nih kalau jalan kaki.

Telpon taxi bluebird, jam 1/2 6 pasti susah bener, coba aja deh dan benar aja taxi seluruh jabodetak penuh di booked, gile ini taxi laris manis. Begitu juga dengan express taxi nasibnya sama juga.


Eh lagi mikir mikir tiba tiba Tuhan mengirimkan taxi express, yang kebetulan sekelebat muncul mengantarkan tetangga seberang rumah, tanpa babibu dengan sedikit lari larian menyetop taxi. “Bang sudah ada janji ? bisa anter ke Kampung Rambutan”, “bisa..” kata si abang. Mantap .. Sholat sebentar langsung meluncur ke Kampung Rambutan.

Sampai terminal Kampung Rambutan, problemnya dimulai. Calo calo langsung menyergap mencari mangsa. Terminal ini sangat nggak rekomen banget buat yang nggak tau triknya, bisa kena kibulan calo. Dan calo disini rese rese, ngganggu banget.

Triknya, jangan percaya omongan calo, cuek aja dan pasang muka bete..

Kalau mereka tanya bilang aja tujuannya kemana, bilang cari executive class kalau buat kibul kibul, atau bilang aja sesuai tujuan, tawar 50% lebih harga yang ditawarkan.

Kebetulan saya mencari tiket ke Purwokerto, saya cari executive tetapi dia mencarikan bis, pasang harga 240 ribu, jangan nawar dulu kalau nggak tau harga, bilang aja kemahalan, langsung pura2 tinggal, Nanti dia akan panggil kasih harga lebih murah.

Ketika sudah nggak bisa lagi, sekitar 60% itulah harga tiket bis sebenarnya. Tergantung mau ambil apa nggak..

Kayanya sudah jam 19.30 sudah susah bis, ada bisa Lorena yang jadi rebuatan penumpang, business class. Ketika penumpang sudah penuh saya samperin keneknya, “bang sudah penuh ya ?” dengan tampang memelas, hehe.

“Oh masih ada di tempat tidur sopir” nanti bareng sama mas ini, sambil menunjuk orang lain yang bakal jadi teman saya.

Yah sudah lah sikat saja, harganya sama, tempatnya saya belum tau seperti apa, katanya sih lebih enak.

Akhirnya jeng jeng masuklah kedalam bis untuk duduk di paling belakang tempat tidur sopir. Ya lumayan lah yang penting tujuan ke Purwokerto bisa sampai.

Perjalanan Jakarta ke Purwokerto ditempuh 13 jam. luar biasa macet

Sampailah tiba di terminal Purwokerto, dari sini nyambung naik bis kecil ke namanya pertigaan serayu, sekitar 15 ribu ongkosnya, yang nanti berhenti di terminal Purbalingga dulu. Nah dari Pertigaan Serayu baru nyambung lagi naik mobil omprenga, tapi biasanya tunggu penuh dulu baru jalan, min 6 – 8 orang baru jalan.

Kalau sudah penuh baru berangkat ke Bambangan, ongkosnya sekitar 15rb perorang.

Di Bambangan, kalau sudah sampai harus daftar dulu, sambil makan atau nyemil nyemil. Kalau dirasa sudah siap bisa lanjut jalan menuju jalur gunung Slamet.

Pendakian dimulai dari jam 4 atau 5 sore, sampai di Pos 3 sekitar jam 10 malam. Karena sudah malam akhirnya buka tenda, istirahat dan bermalam disitu.

Tapi karena ada keperluan hari Sabtu saya turun gunung, karena saya juga kepikiran baliknya jika hari Minggu bakal ke 13 jam lagi karena minggu ini long weekend.

Syukurlah turun gunung sampai Bambangan berjalan lancar, cuma dari Pos Bambangan turun ke bawah, karena para pendaki masih sedikit yang turun jadinya nunggu dulu sampai mobil penuh 8 orang. Untungnya mobil bisa di charter hingga terminal Purwokerto dengan membayar 20rb rupiah.

Sampai terminal Purwokerto beli tiket ke Kampung Rambutan Jakarta 40rb buat numpang tidur .. :) )

3 Comments to "Pendakian Gunung Slamet melalui jalur Bambangan"

  1. 6 January, 2014 - 17:17 | Permalink

    waah asyik nih, semoga saya dkk bulan sekarang bisa mendaki kesana.. keren postingannya, alam kenal dari bandung ;)

  2. 8 August, 2013 - 21:54 | Permalink

    jadi ongkos kampung rambutan purwokerto brapaa?

Komentar di sini yuk ..

1 Trackback to "Pendakian Gunung Slamet melalui jalur Bambangan"

  1. on 26 December, 2014 at 19:10