Hari ke 7 – Perjalanan ke Kathmandu – Nepal, Everest Base Camp dan Kala Patthar ( Phakding – Namche Bazar )

Bangun pagi jam 6 di Phakding kemudian bersih bersih badan dan sikat gigi kemudian balik ke kemar untuk sholat. Sebelum sarapan keluar dulu melihat perkampungan di Phakding di pagi hari. brrr masih sepi dan dingin, cuma beberapa orang yang keluar mungkin mereka akan ke desa seberang. Setelah puas melihat lihat saya balik lagi ke kamar untuk packing barang barang.

Kamar di Phakding cukuplah bagus buat tidur, apalagi pemandangannya ‘priceless’ dengan gunung menjulang diselimuti salju putih.

 Untuk kebutuhan penginapan di trek EBC rata rata basic, dan dan sudah cukup menurut saya yang hanya butuh tempat untuk mengistirahatkan bada..

Lorong penginapan di phakding

Lorong penginapan di phakding

 

kamar penginapan di phakding

kamar penginapan di phakding

 

 

pemandangan dari penginapan kamar di phakding

pemandangan dari penginapan kamar di phakding

 

Setelah packing jam sudah menunjukkan pukul 07.00. Kami ke ruang makan untuk sarapan sebelum berangkat.

ruang makan penginapan di phakding

ruang makan penginapan di phakding

sarapan pagi di phakding

sarapan pagi di phakding

Para porter sudah jalan duluan membawa barang bawaan kami ke titik berikutnya yaitu Namche Bazar dengan ketinggian 3440 mdpl. Namche Bazar adalah perkampungan Sherpa terbesar di Himalayan.

Di sepanjang perjalanan menuju Namche Bazar ini sudah mulai terlihat pemandangan menakjubkan yaitu pegunungan tinggi Himalaya yang tertutup salju putih. Karena sebenarnya perjalanan ini menyusuri dan naik turun lereng lereng gunung, sekitar 5 kali kita melewati jembatan besi untuk menyeberangi sungai yang airnya adalah lelehan dari gletser di puncak gunung.

jembatan besi phakding namche bazaar

jembatan besi phakding namche bazaar

Sepanjang perjalanan kita berpapasan dengan Sherpa sherpa yang terlihat sangat kuat, membawa berbagai macam barang bawaan seperti bahan makanan hingga kayu balok. Terbanyak yang saya lihat itu membawa 10 balok kayu. Mereka pikul bukan berdiri lagi, jalan sambil nunduk.. sadis.. Heavy duty porter ..

Selain itu rombongan keledai, kuda, kerbau sampai Yak yang merupakan binatang khas pegunungan juga sering kita jumpai. Kalau bertemu rombongan ini kita harus mengalah karena mereka membawa beban yang cukup berat.

Karena sedang beruntung saya bisa melihat juga kambing gunung, yang berjalan di tepian batuan tebing gunung, wah keren banget ..

kambing gunung himalaya

kambing gunung himalaya

yak binatang khas pegunungan himalaya

yak binatang khas pegunungan himalaya

rombongan kerbau

rombongan kerbau

Akhirnya Kira kira di waktu 16.30 kami sampai dengan selamat di Namche Bazar. Seharusnya di titik Namche Bazar ini kami melakukan aklimatisasi atau penyesuaian tubuh terhadap ketinggian. Tapi hasil diskusi dan dengan alasan penerbangan Lukla ke Kathmandu yang bisa terjadi delay, sehingga bisa mengganggu keseluruhan trip ini proses ini kami skip dan besok dilanjut ke Tengboche dengan ketinggian 3860 mdpl dan aklimatisasi rencana akan kita lakukan di Periche dengan ketinggian 4200 mdpl.

namche bazaar village

namche bazaar village

Habis makan malam, badan rasanya sudah pingin tidur aja, sepertinya lelah banget.

Sekitar jam 1 malam waktu tidur dada serasa sesak nggak bisa nafas, entah kenapa coba untuk bernafas normal terasa berat sekali, akhirnya badan saya bangunkan meskipun berat karena dingin sekali. Ternyata setelah bangun perut terasa mual, oh ternyata karena dorongan dari dalam perut, akhirnya ke belakang dan ternyata muntah muntah. Mudah mudahan ini karena gejalan masuk angin saja, bukan gejala AMS yang biasa menyerang di ketinggian. Jika memang masuk angin kebiasaan kalau sampai muntah biasanya badan besok rada enakan. Malam ini sebelum tidur berdoa semoga besok badan lebih fit..

Komentar di sini yuk ..