Hari ke 19 – Perjalanan ke Kathmandu – Nepal, Everest Base Camp dan Kala Patthar ( Lukla – Kathmandu)

Hari ke 19 ini, fokus mencari oleh oleh yang belum didapat, atau mencari barang barang yang belum ketemu untuk dibeli tentunya. Bangun pagi di kamar, kita saling bertanya karena dari kamar hotel terlihat kuil. Sangat membuat kami  penasaran melihat kuil tersebut yang berada di tebing bukit.

kuil di bukit kathmandu

kuil di bukit kathmandu

Setelah sarapan dihotel kita melakukan rutinitas hari hari yaitu nyamperin toko toko di Thamel Street. Karena setiap toko kadang menjual barang barang terutama jaket dengan kualitas yang berbeda beda, karena itu kejelian untuk melihat kualitas dan jago nawar sesuai pasaran harga penting disini, jadi harus rajin rajin keluar masuk toko.

Biar nggak bisa bahasanya, disini kalkulator yang berbicara .. lihat aja kalkulatornya sampe dua.

adu ulet nawar menawar

adu ulet nawar menawar

Mayoritas toko bisa ditawar, kecuali kita ada nemu 1 toko yang memang bener2 sudah tidak bisa ditawar lagi, tapi memang harganya pantes.

Cape muter muter makan dulu, di tempat langganan karena memang enak cocok saya sama kari nya, mantap. Saya paling suka Mutton Curry, mutton artinya daging kambing.

Kari Kambing

Kari Kambing

Temen saya Bang Yedi, karena bingung pesen makan pake gambar yang di dinding.

bingung makan apaan ya

bingung makan apaan ya

Jam 12 balik ke Hotel, kebetulan pagi ini kita ketemu dengan orang tour yang selalu nongkrong di hotel. Kita cerita bingung nih hari ini mau kemana, nanya berbagai alternatif yang paling gampang dari pada seharian nganggur. Mulai dari menuju border India ataupun border Tibet China, walaupun menarik halangannya yaitu waktu yang terlalu mepet, karena border India menurut mereka seperti sebuah desa kecil, dan tidak ada apa apa yang menarik, dan perjalanan menuju ke sana bisa setengah hari melalui jalan darat. Apalagi border Tibet butuh waktu yang kira kira sama dan ada di ketinggian 4000an meter, belum lagi visa Tibet yang butuh waktu pengurusan 2 – 3 hari, plus harus dalam 1 kelompok minimal 5 orang dalam 1 kewarganegaraan, hmm lebih nggak memungkinkan lagi untuk cuma sekedar bolak balik.

Akhirnya kita pilih yang deket wisata ke kuil di daerah kota saja. Kuil yang kita lihat dari jendela hotel.

Ternyata kuil ini menarik, karena bisa melihat kota Kathmandu dari atas lebih luas

Pemandangan kota Kathmandu dari atas Kuil

Pemandangan kota Kathmandu dari atas Kuil

Komentar di sini yuk ..