Hari ke 13 – Perjalanan ke Kathmandu – Nepal, Everest Base Camp dan Kala Patthar (Periche)

Harusnya hari ini adalah kepulangan team dari Kalapatthar yang artinya besok saya bisa turun ke Namche Bazar , Lukla terus ke Kathmandu dan bisa beli oleh oleh untuk dibawa ke Jakarta.

Menunggu buat saya benar benar hal yang membosankan, mana kabar tidak bisa didapat. Maklum sinyal NCELL, provider lokal yang saya gunakan di Periche di ketinggian 4250 tidak terjangkau, sinyal terakhir saya terima di Tengboche di 3850 mdpl. Di ketinggian 4250 di Periche hanya ada wifi, chargenya 500 NPR sekitar 55rb rupiah perhari. Tapi saya nggak mau pakai nanti email pekerjaan yang masuk haha..

Oh ya kalau ke Nepal persiapkan minimum fotocopy passport 5 lembar yang ada VOA nya, plus pas foto berwarna 8 lembar cukup. Pas foto selain untuk Visa on Arrival ternyata beli voucher perdana NCELL butuh pas foto juga. Karena pengalaman mau beli kartu perdana NCELL di warung aja cukup ketat harus menyerahkan fotocopy passport yang ada VoA nya, pas foto kemudian tanda tangan dan stempel sidik jari. Waktu itu saya nggak ada fotocopy passport jadi sama yang punya warung passport asli saya dikasikan ke orang naik sepeda buat difotocopy, deg deg an takut kenapa kenapa terus ilang, maklum di negeri orang. Untung akhirnya balik tuh passport.

Balik lagi ke cerita di Periche ..

Dengan terpencilnya lokasi di Periche dan semakin sedikit yang bisa saya kerjakan, justru saya banyak dapat ide ide yang bisa saya garap waktu pulang ke Jakarta nanti.

Setelah menunggu dari pagi sampai siang, akhirnya jam 13.00 kamar saya diketuk ternyata porter kami. Dia kasih kabar bahwa bang Yedi sukses sampai Everest Base Camp. Yeah .. Minimal ada wakil dari kita yang bisa summit Kala Patthar, dan posisi mereka sekarang ada di belakang porter, karena porter tidak ikut naik ke Kala Patthar sehingga bisa turun duluan.

everest base camp

everest base camp

Seharusnya sore hari ini dengan pertimbangan naik turun Kala Patthar 4 jam mereka sudah sampai di Himalayan Lodge Periche.

Ternyata 1 jam kemudian setelah porter datang, kamar saya diketuk dengan keras sekali, saya buka ternyata bang Yedi.. wahh kami teriak teriak berpelukan seolah habis menang perang.. dia sukses mengibarkan bendera dan kaos kaos sponsor :)

Kita terus menuju restoran di Himalayan Lodge untuk duduk bercerita, sambil menunggu pemanas dinyalakan, kebetulan sudah sore hari jam 3 sore.  Buat merayakan bang Yedi pesan Yak Steak, tapi steak yak nya setelah keluar ternyata nggak dibakar cuma direbus kemudian di kasih sauce.

steak yak periche

steak yak periche

himalayan lodge restoran

himalayan lodge restoran

Sambil makan saya lihat lihat foto, karena nggak ada gadget, kita sewa notebook di hotel sekitar 100rb an perjam. Bang Yedi sambil upload ke facebook tapi karena di ujung gunung dan file nggak di resize lemot gila..

Waktu makan malam, guide sudah mendengar bahwa semua trekker yg akan turun, akan langsung ke Namche Bazar tidak stay di Tengboche.

Wah sama dengan kita artinya mereka semua akan ke Lukla lusanya. Berarti jadwal penerbangan bisa bersamaan dengan kami, padahal teman 3 hari yang lalu aja belum terbang, karena nggak ada pesawat yg mendarat karena kabut tebal, jadi bisa bersaing untuk dapat pesawat ke Kathmandu. Waduh ..

Komentar di sini yuk ..