Hari ke 12 – Perjalanan ke Kathmandu – Nepal, Everest Base Camp dan Kala Patthar ( Periche )

Hari ini lebih lebih sangat membosankan karena saya harus menunggu kepulangan team dari EBC dan puncak Kalapatthar. Benar benar saya merindukan istri, rumah dan sinar matahari Jakarta yang menyengat. Buat badan 2 musim saya ini suhu dingin menusuk tulang di Periche sangat menyiksa, lain dengan bule bule dengan badan 4 musim dengan baju hangat saja mereka sangat bergembira. Saya sendiri kalau masuk kamar harus berlapis lapis mulai dari long john, kaos, sweater, polar fleece, masih masuk ke inliner, baru ke sleeping bag udah gitu masih pake selimut baru anget. Sudah persis kaya lontong isi :) tapi yang sangat menyiksa karena masuk sleeping bag tidur benar benar nggak nyaman karena tidak bisa tidur dengan gaya bebas ..


Dari pagi hingga malam cuma keliling keliling hotel atau jalan jalan keluar melihat lihat pemandangan di Periche tanpa adanya perjalanan ke tempat lain.

Periche

Periche

 

 

Periche

Periche

Air yang mengalir dari gletser es yang mencair di puncak

Periche

Periche

 

Bisa dibilang hampir tidak ada tanaman setahu saya, hanya tanaman kecil seperti rumput ini saja. Nggak cuma manusia tertentu yang bisa bertahan di cuaca extreme seperti ini, tanaman pun juga begitu.

 

Periche

Periche

 

Periche 6

 

Periche

Periche

Orang gila aja ini yang berjemur di cuaca kaya gini, siang aja anginnya duiingin banget sudah kaya kulkas raksasa. Meskipun ada matahari nggak terasa panasnya.

Tempat berjemur di gunung

Tempat berjemur di gunung

 

 

Ini tempat berjemur kalau siang hari, nikmat banget disini nggak ada angin cuma hangat yang terasa ..

 

Periche Himalayan lodge tempat menghangatkan badan

Periche Himalayan lodge tempat menghangatkan badan

 

Tapi ada yang menarik ketika ngobrol dengan guide yang kebetulan sedang membawa tamu couple dari UK. Dia bercerita bahwa dia mendapatkan client dari Internet, dan biaya yang dia charge juga menurut saya cukup murah loh untuk hitungan 3 orang ke EBC perharinya kena $55 sudah termasuk lodge, porter, guide, dan makan (breakfast, lunch, dan dinner) dan stay nya di lodge yang sama (Himalayan Lodge) yang menurut saya paling bagus di Periche.

Boleh dipertimbangkan untuk next trip ..

Makan malam, kari ayam plus nasi di Himalayan Lodge buat lidah Indonesia sangat cocok sekali cuma kurang pedas.. kalau pedas laku nih rasa begini di Indonesia. Disini merica sama chilli pepper nggak ada yang pedas .. kurang cocok sama orang Indo yang doyan asem, pedes gurih..

Paling berharga disini adalah air panas, air panas harus beli di counter. Setelah minta isi thermos saya bawa tidur masuk ke dalam sleeping bag biar tetap hangat buat minum tengah malam atau pagi hari kalau nggak sebentar aja sudah jadi air es..

Komentar di sini yuk ..