Hari ke 10 – Perjalanan ke Kathmandu – Nepal, Everest Base Camp dan Kala Patthar ( Periche Acclimatitation day )

Pagi harinya saya bangun meskipun sedikit malas ditambah kepala sangat pusing. Meskipun sudah 2 tablet paramex saya tenggak tetap pusing tidak hilang. Sepertinya  ini adalah penyakit yang suka timbul ketika kita berada di ketinggian. Ternyata badan memang mengalami kekurangan oksigen sehingga badan terasa malas dan pusing. Guide saya pun bilang bahwa badan jangan dibawa tidur, kepala bisa tambah pusing. Karena itu saya paksakan untuk  untuk aklimatisasi dengan naik turun bukit di belakang perkampungan Periche. Dari atas bukit terlihat puncak Amadablam yang megah. Kita berfoto foto dengan background puncak Amadablam, keren banget.

periche latar belakang puncak amadablam

periche latar belakang puncak amadablam

periche latar belakang puncak amadablam

periche latar belakang puncak amadablam

Turun dari bukit, guide kami Pemba, bilang bahwa salah satu team kami, bang Ryco tidak bisa naik besok karena sekarang mendapat bantuan medis oksigen, karena level oksigennya sangat rendah.

Untung kita stay di Periche kebetulan post bantuan Himalayan Rescue hanya ada di Periche dan Everest Base Camp, post bantuan ini sifatnya sukarelawan jadi dokter maupun staff yang bekerja disini tidak digaji hanya berdasarkan dari sumbangan, penjualan souvenir maupun biaya konsultasi.

Setelah dicek ternyata oksigen level mas Ryco hanya 60 persen jauh diambang batas yang harusnya minimal 85 persen, bahkan siangnya turun hingga 50%, sehingga harus dirawat dan disupply oksigen melalui hidung. Tetapi karena sudah agak baikan selang dilepas tetapi dokter bilang tidak boleh lanjut ke atas harus turun. Dan mencari alternatif untuk turun menggunakan Heli, tetapi sayangnya asuransi Prudential yang didaftarkan tidak mengcover untuk emergency evacuation. Sehingga alternatif heli harus bayar sendiri cash $1200.

Ini adalah pelajaran buat kami agar mempersiapkan travel insurance sebelum ke Himalaya.

Tetapi akhirnya alternatif yang digunakan adalah kuda dengan cost $250 per hari. Dengan berat hati mas Ryco tidak bisa melanjutkan perjalanan dan menyerahkan bendera merah putih yang kami jahit di Kathmandu untuk kami kibarkan.. :(

Saya sendiri sempat cek eksigen level masih dibawah standart juga tapi masih lebih baik yaitu 80 persen. Tapi dokter tetap melarang saya naik karena oksigen level masih belum menyentuh min 85 persen dan heart rate saya terlalu tinggi yaitu 112, idealnya 60an. Untuk cek oksigen level ini cukup dikenai biaya 100 NPR sebagai donasi, tetapi jika konsultasi dokter biayanya $50 untuk repeat konsultasi $25.

Untuk mengetahui apa itu AMS (Accute Mountain Sickness), semua guide meminta trekker untuk mengikuti lecture yang diadakan setiap hari jam 3 sore  oleh sukarelawan di Himalayan Rescue untuk memberi gambaran apa dan bagaimana AMS tersebut. Saya sempat mengikuti lecture yang hanya diadakan sekitar 20 menitan saja setiap harinya, lumayan buat menambah pengetahuan.

Tapi luar biasa memang pengorbanan mereka untuk tinggal di daerah yang sangat terpencil dengan lingkungan yang extreme. Saya aja 3 hari disini sudah benar benar kangen pulang ke rumah. Kalau nggak ada kegiatan apa apa bosen coy .. dingin banget diluar .. masa di kamar melulu.. :)

Kegiatan saya cuma jalan jelan di luar hotel, dan kalau sore nongkrong di restoran. Kalau sore rame banget pertama karena tamu tamu datangnya sore setelah trekking seharian dan ada tungku penghangat disini..

Komentar di sini yuk ..